Di awal bulan 2012 Tuhan mempertemukan kami,
Yulian saat itu dia memutuskan berhenti bekerja di salah satu pabrik
di Tangerang, memutuskan untuk hijrah ke
Jakarta menemui Dendy yang sudah 4 tahun mengadu nasibnya di ibu kota, ditemui Dendy di salah satu label di Jakarta
selatan tempatnya saat itu bekerja, pertemuan pertama itu membahas apa yang
harus Yulian lakukan di waktu dekat itu sedangkan Dendy sendiri belum bisa
membantu Yulian bekerja di tempatya karna posisinya pun belum memugkinkan
memasukan orang lain bekerja disana, sebuah gitar tua milik Dendy pun
dititipkanya pada Yulian, aku memulainya di lampu merah Pasar Rebo Jakarta
timur, hampir semua anak sebaya
mengenalku, coba untuk sementara kamu temui mereka, aku akan menemui mu nanti
di sana’ kata itu yang Dendy bicarakan pada Yulian.
Satu bulan terlewat sudah,
Dendy berniat menemui Yulian di tempat yang dia unjuk bulan lalu, salahnya komunikasi Yulian yang sulit dihubungi
mempersulit Dendy menemukan Yulian, hasilnya
Yulian tidak ada di tempat yang pernah di bicarakan, memang 3 minggu yang lalu
Yulian ada di sini info terakhir yang
Dendy dapat dari salah satu kerabatya di lampu merah Pasar Rebo.
Pencarian Dendy mulai dari panti asuhan, tempat rehabilitasi sampai ke
polres terdekat namun hasilnya nol, sampai akhirya dendi memutuskan berhenti
dari tempat kerjanya untuk mencari sahabat kecilnya itu, 1 bulan berlalu Yulian
memberi kabar klo dia baru pulang dari bandung dalam perjalanan ke Jakarta.
Taman graha cijantung kami bertemu, Yulian ternyata bersama Aom Remon dan kembali
membahas apa yang harus dilakukan….?
Aku masih menyimpan mimpi ini dalam hati, apa kalian sanggup menjalaninya?
Dendy mengutarakan konsepnya dalam bermusik, bergerak perlahan sambil mencari
selahnya kami bergerak di jalanan, pertemuan dengan-Davi kerabat jalanan, kami
mulai berbincang berbicara tentang konsep bermusiknya, Davi ikut menyimpan
mimpinya dengan bergerak belajar memahaminya bersama.
Rahmad hidayatullah adalah kerabat dendy 3 tahun yang lalu setelah
lama komunikasi meraka sempat hilang,di pertemukan pertamanya di jejaring
sosial Facebook,bertemu di salah satu studio di daerah Jakarta timur Dendy, Yulian,
Aom remon, Davi, dan Rahmad kembali membicarakan konsep bermusik yang akan di
pilihnya sesuai dengan hati mereka.
Mulai recording 3 lagu rock n roll mengawali dari beberapa hasil karya
yang diracik oleh TNT. Koboy galau, Bukan Penjahat, dan Sakau.
Kian waktu berselang, Davi, bassis TNT mengalami beberapa pemahaman
yang mulai berbeda dengan personil yang lain. Mungkin ini karena Davi yang
lebih dulu memiliki istri. Terjadi banyak perbedaan prinsip dilingkungan TNT
yang akhir nya memaksa untuk mengambil tindakan, David dan istrinya pindah ke
rumah orang tua Davi, Personil lain pindah markas ke Condet, Jakarta Timur.
Lalu baru berselang sekitar 2 hari markas baru ditempati, Davi mengabarkan
bahwa anak yang baru dilahirkan istrinya meninggal dunia, personil TNT yang
lain langsung datang menjenguk dan membantu pemakaman anak Davi, tapi TNT tidak
bisa member lebih. TNT pun saat itu sedang dalam keadaan krisis finansial.
Dendy mulai mengatur siasat kembali untuk melanjutkan arah yang sudah
tertuju bagi TNT. TNT “kehilangan” bassis nya. Bayu, sahabat Rahmad yang
akhirnya diajak untuk bergabung untuk meracik diri untuk menjadi sebuah
ledakan. Akhirnya, TNT kembali mengumpulkan kekuatan dan meracik semuanya untuk
menjadi ledakan yang teramat besar.
Kami adalah TNT, serbuk mesiu yang akan segera menjadi satu dan
terbangun dari mimpi hingga meledak dan asap ledakannya mencapai ambang
kesuksesan dan frekuensi ledakkan nya mencapai SELURUH DUNIA.
TNT akan memenangkan
pertandingan.
0 komentar:
Posting Komentar