Pages

Ads 468x60px

Minggu, 24 Februari 2013

Sejarah TNT


Di awal bulan 2012 Tuhan mempertemukan kami,

Yulian saat itu dia memutuskan berhenti bekerja di salah satu pabrik di Tangerang,  memutuskan untuk hijrah ke Jakarta menemui Dendy yang sudah 4 tahun mengadu nasibnya di ibu kota,  ditemui Dendy di salah satu label di Jakarta selatan tempatnya saat itu bekerja, pertemuan pertama itu membahas apa yang harus Yulian lakukan di waktu dekat itu sedangkan Dendy sendiri belum bisa membantu Yulian bekerja di tempatya karna posisinya pun belum memugkinkan memasukan orang lain bekerja disana, sebuah gitar tua milik Dendy pun dititipkanya pada Yulian, aku memulainya di lampu merah Pasar Rebo Jakarta timur,  hampir semua anak sebaya mengenalku, coba untuk sementara kamu temui mereka, aku akan menemui mu nanti di sana’ kata itu yang Dendy bicarakan pada Yulian.
Satu bulan terlewat sudah,  Dendy berniat menemui Yulian di tempat yang dia unjuk bulan lalu,  salahnya komunikasi Yulian yang sulit dihubungi mempersulit  Dendy menemukan Yulian, hasilnya Yulian tidak ada di tempat yang pernah di bicarakan, memang 3 minggu yang lalu Yulian ada di sini  info terakhir yang Dendy dapat dari salah satu kerabatya di lampu merah Pasar Rebo.
Pencarian Dendy mulai dari panti asuhan, tempat rehabilitasi sampai ke polres terdekat namun hasilnya nol, sampai akhirya dendi memutuskan berhenti dari tempat kerjanya untuk mencari sahabat kecilnya itu, 1 bulan berlalu Yulian memberi kabar klo dia baru pulang dari bandung  dalam perjalanan ke Jakarta.
Taman graha cijantung kami bertemu,  Yulian ternyata bersama Aom Remon dan kembali membahas apa yang harus dilakukan….?
Aku masih menyimpan mimpi ini dalam hati, apa kalian sanggup menjalaninya? Dendy mengutarakan konsepnya dalam bermusik, bergerak perlahan sambil mencari selahnya kami bergerak di jalanan, pertemuan dengan-Davi kerabat jalanan, kami mulai berbincang berbicara tentang konsep bermusiknya, Davi ikut menyimpan mimpinya dengan bergerak belajar memahaminya bersama.
Rahmad hidayatullah adalah kerabat dendy 3 tahun yang lalu setelah lama komunikasi meraka sempat hilang,di pertemukan pertamanya di jejaring sosial Facebook,bertemu di salah satu studio di daerah Jakarta timur Dendy, Yulian, Aom remon, Davi, dan Rahmad kembali membicarakan konsep bermusik yang akan di pilihnya sesuai dengan hati mereka.
Mulai recording 3 lagu rock n roll mengawali dari beberapa hasil karya yang diracik oleh TNT. Koboy galau, Bukan Penjahat, dan Sakau.
Kian waktu berselang, Davi, bassis TNT mengalami beberapa pemahaman yang mulai berbeda dengan personil yang lain. Mungkin ini karena Davi yang lebih dulu memiliki istri. Terjadi banyak perbedaan prinsip dilingkungan TNT yang akhir nya memaksa untuk mengambil tindakan, David dan istrinya pindah ke rumah orang tua Davi, Personil lain pindah markas ke Condet, Jakarta Timur. Lalu baru berselang sekitar 2 hari markas baru ditempati, Davi mengabarkan bahwa anak yang baru dilahirkan istrinya meninggal dunia, personil TNT yang lain langsung datang menjenguk dan membantu pemakaman anak Davi, tapi TNT tidak bisa member lebih. TNT pun saat itu sedang dalam keadaan krisis finansial.
Dendy mulai mengatur siasat kembali untuk melanjutkan arah yang sudah tertuju bagi TNT. TNT “kehilangan” bassis nya. Bayu, sahabat Rahmad yang akhirnya diajak untuk bergabung untuk meracik diri untuk menjadi sebuah ledakan. Akhirnya, TNT kembali mengumpulkan kekuatan dan meracik semuanya untuk menjadi ledakan yang teramat besar.
Kami adalah TNT, serbuk mesiu yang akan segera menjadi satu dan terbangun dari mimpi hingga meledak dan asap ledakannya mencapai ambang kesuksesan dan frekuensi ledakkan nya mencapai SELURUH DUNIA.
            TNT akan memenangkan pertandingan.

About